Kali ini kita akan belajar pendalaman ayat Alkitab yang terambil dari catatan kitab kejadian. Hal ini kita lakukan adalah dikarenakan hal-hal yang tercatat dalam Kitab ini sering membuat manusia suka mengambil kesimpulan dari sudut pandang pihak manusia sendiri dalam mencoba menyimpulkan maksud firman TUHAN.
Kitab Kejadian 2
2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Ayat Alkitab ini sering salah dimengerti oleh orang-orang yang mencoba menganalisa maksud Firman TUHAN menurut standart pemikiran dan kesimpulan pandangan mata jasmani manusia.Bahkan ayat ini sering juga dijadikan bahan cemoohan orang-orang diluar umat kristen, karena kesimpulan pribadinya yang justru lagi-lagi berstandarkan pemikian manusianya.Padahal Firman TUHAN, maksud dan segala tujuannya bukanlah untuk dimengerti dari sudut pandang dan dari hasil analisa kesimpulan pihak manusia.Firman TUHAN jelas harus dimengerti dari sudut pandang maksud TUHAN sendiri, karena yang berfirman adalah TUHAN, dan bukan manusia.
Apa pengertian yang salah yang sering diperlihatkan orang-orang yang tidak mengerti Firman TUHAN tersebut diatas adalah mengenai kalimat"Pada Hari".Menurut sebahagian orang yang tidak mengerti Firman tersebut, mengatakan bahwa dalam kalimat itu jelas tertulis bahwa Adam akan mati pada saat dia memakan buah yang dilarang untuk dimakan tersebut.Tetapi pada kenyataannya dalam pandangan manusia pembaca Alkitab, Adam masih hidup dan bahkan berketurunan dan malah berumur sampai 900 tahunan. Kemudian sebahagian umat kristen lagi, mencoba melakukan pembelaan dengan mengatakan, bahwa kematian"Pada hari" memakan buah tersebut pada dasarnya bukanlah maksudnya sebagai kematian jasmani, melainkan kematian rohani, kehilangan kemuliaan TUHAN didalam hidup manusia.
Pada dasarnya pendapat dari kedua pihak yang kurang mengerti maksud Firman TUHAN tersebut diatas ada benarnya tetapi kurang mengerti masalah moment atau waktunya dari sudut pandang pemilik Firman. Mengenai keputusan hukuman mati bagi manusia dari TUHAN adalah memang benar mati harus mati secara jasmani. Mengenai moment eksekusi"Hari", maka tentu saja ukuran "Hari tersebut adalah ukuran "hari menurut standart harinya TUHAN. BUkan standart harinya manusia. Karena yang berucap soal hari akan adnya kematian kepada manusia tersebut adalah TUHAN. Sehingga kalau memakai sudut pandang manusia dalam memahami maksud Firman, maka pasti akan salah mengerti. Manusia yang menyangka moment kematian kepada manusia haruslah terjadi menurut ukuran harinya manusia.
TUHAN sudah memutuskan hukuman mati secara jasmani bagi manusia!Yang walapun dari sejak semula TUHAN tidak pernah merancang manusia untuk mengalami kematian jasmani. Itu yang harus dimengerti manusia.Manusia diciptakan TUHAN adalah dalam rangka menerima limpahan kebaikan TUHAN didalam taman TUHAN, tanpa akan pernah mengalami kematian jasamni, alias kekal.Tetapi pelanggaran manusia terhadap ketetapan hukum TUHAN yang membuat manusia akan mengalami kematian jasmani.Jadi kematian yang dimaksudkan TUHAN dalam keputusan hukum-Nya tersebut adalah memang benar harus mati jasmani bagi manusia.Tetapi lagi-lagi perlu kita fahami, kematian jasmani yang harus dialami oleh manusia itu, pada dasarnya bukanlah berasal dari rancangan TUHAN sendiri.Kematian jasmani terhadap diri manusia itu adalah karena pilihan perbuatan manusia itu sendiri.
Banyak manusia yang tidak sadar, padahal sudah tertulis jelas dalam Alkitab, bahwa sesungguhnya manusia sudah tidak kekurangan apapun didalam taman TUHAN.Segala sesuatu yang dibutuhkan manusia sudah disediakan oleh TUHAN, dan manusia hanya tinggal menikmati semua kebaikan TUHAN. Bahkan bukan hanya soal makanan saja manusia itu dipuaskan TUHAN.Kepuasan rohani manusiapun diberikan oleh TUHAN juga, dengan membuat manusia itu memiliki kuasa sebagai Tuhan kecil bagi bumi. Membuat manusia mampu memindahkan gunung yang ada dibumi, sebagaimana disindir TUHAN dalam masa tahun masehi.
Kitab Kejadian
11:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa(Tuhan Kecil) atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:29. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kitab Kejadian 2
2:8. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Tetapi berlimpahnya kebaikan TUHAN tersebut kepada manusia, mengapa justru dibalas oleh manusia dengan sikap keserakahannya dengan perbuatan yang tidak pernah merasa berkecukupan?.Mengapa manusia menjadi sombong dan angkuh dengan kuasanya sebagai Tuhan kecil yang mampu menaklukkan bumi dan menaklukkan segala macam hewan raksasa yang ada dibumi?.TUHANkah yang membuat manusia menjadi sombong dan angkuh, atau keangkuhan dan kesombonganlah yang membuat manusia memilih jalan sendiri untuk menjauh dari TUHAN?
Kembali pada pokok persoalan hukuman mati bagi manusia, yang diatas sudah saya jelaskan, bahwa memang adalah benar hukuman mati yang dimaksudkan TUHAN tentang kematian jasmani manusia.Manusia wajib mati jasmani karena telah melanggar Hukum TUHAN yang sudah disampaikan dari sebelum-sebelumnya.
Kalau memang maksud kematian yang dikatakan TUHAN dalam Firman-Nya tersebut adalah memang kematian jasmani, lalu mengapa manusia(Adam) tidak langsung mati pada hari itu juga?.Disinilah kita sering lupa, karena mencoba mempersepsikan maksud Firman dari sudut pandang manusia.Padahal sudah jelas bagi kita kalau yang berfirman adalah TUHAN, maka maksud Firman itupun haruslah kita mengerti pula dari sudut pandang/maksudnya TUHAN juga.
Kitab Kejadian 2
2:16. Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: "Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
2:17 tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati."
Ayat Alkitab ini sering salah dimengerti oleh orang-orang yang mencoba menganalisa maksud Firman TUHAN menurut standart pemikiran dan kesimpulan pandangan mata jasmani manusia.Bahkan ayat ini sering juga dijadikan bahan cemoohan orang-orang diluar umat kristen, karena kesimpulan pribadinya yang justru lagi-lagi berstandarkan pemikian manusianya.Padahal Firman TUHAN, maksud dan segala tujuannya bukanlah untuk dimengerti dari sudut pandang dan dari hasil analisa kesimpulan pihak manusia.Firman TUHAN jelas harus dimengerti dari sudut pandang maksud TUHAN sendiri, karena yang berfirman adalah TUHAN, dan bukan manusia.
Apa pengertian yang salah yang sering diperlihatkan orang-orang yang tidak mengerti Firman TUHAN tersebut diatas adalah mengenai kalimat"Pada Hari".Menurut sebahagian orang yang tidak mengerti Firman tersebut, mengatakan bahwa dalam kalimat itu jelas tertulis bahwa Adam akan mati pada saat dia memakan buah yang dilarang untuk dimakan tersebut.Tetapi pada kenyataannya dalam pandangan manusia pembaca Alkitab, Adam masih hidup dan bahkan berketurunan dan malah berumur sampai 900 tahunan. Kemudian sebahagian umat kristen lagi, mencoba melakukan pembelaan dengan mengatakan, bahwa kematian"Pada hari" memakan buah tersebut pada dasarnya bukanlah maksudnya sebagai kematian jasmani, melainkan kematian rohani, kehilangan kemuliaan TUHAN didalam hidup manusia.
Pada dasarnya pendapat dari kedua pihak yang kurang mengerti maksud Firman TUHAN tersebut diatas ada benarnya tetapi kurang mengerti masalah moment atau waktunya dari sudut pandang pemilik Firman. Mengenai keputusan hukuman mati bagi manusia dari TUHAN adalah memang benar mati harus mati secara jasmani. Mengenai moment eksekusi"Hari", maka tentu saja ukuran "Hari tersebut adalah ukuran "hari menurut standart harinya TUHAN. BUkan standart harinya manusia. Karena yang berucap soal hari akan adnya kematian kepada manusia tersebut adalah TUHAN. Sehingga kalau memakai sudut pandang manusia dalam memahami maksud Firman, maka pasti akan salah mengerti. Manusia yang menyangka moment kematian kepada manusia haruslah terjadi menurut ukuran harinya manusia.
TUHAN sudah memutuskan hukuman mati secara jasmani bagi manusia!Yang walapun dari sejak semula TUHAN tidak pernah merancang manusia untuk mengalami kematian jasmani. Itu yang harus dimengerti manusia.Manusia diciptakan TUHAN adalah dalam rangka menerima limpahan kebaikan TUHAN didalam taman TUHAN, tanpa akan pernah mengalami kematian jasamni, alias kekal.Tetapi pelanggaran manusia terhadap ketetapan hukum TUHAN yang membuat manusia akan mengalami kematian jasmani.Jadi kematian yang dimaksudkan TUHAN dalam keputusan hukum-Nya tersebut adalah memang benar harus mati jasmani bagi manusia.Tetapi lagi-lagi perlu kita fahami, kematian jasmani yang harus dialami oleh manusia itu, pada dasarnya bukanlah berasal dari rancangan TUHAN sendiri.Kematian jasmani terhadap diri manusia itu adalah karena pilihan perbuatan manusia itu sendiri.
Banyak manusia yang tidak sadar, padahal sudah tertulis jelas dalam Alkitab, bahwa sesungguhnya manusia sudah tidak kekurangan apapun didalam taman TUHAN.Segala sesuatu yang dibutuhkan manusia sudah disediakan oleh TUHAN, dan manusia hanya tinggal menikmati semua kebaikan TUHAN. Bahkan bukan hanya soal makanan saja manusia itu dipuaskan TUHAN.Kepuasan rohani manusiapun diberikan oleh TUHAN juga, dengan membuat manusia itu memiliki kuasa sebagai Tuhan kecil bagi bumi. Membuat manusia mampu memindahkan gunung yang ada dibumi, sebagaimana disindir TUHAN dalam masa tahun masehi.
Kitab Kejadian
11:26. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa(Tuhan Kecil) atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."
1:29. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
Kitab Kejadian 2
2:8. Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
2:9 Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Tetapi berlimpahnya kebaikan TUHAN tersebut kepada manusia, mengapa justru dibalas oleh manusia dengan sikap keserakahannya dengan perbuatan yang tidak pernah merasa berkecukupan?.Mengapa manusia menjadi sombong dan angkuh dengan kuasanya sebagai Tuhan kecil yang mampu menaklukkan bumi dan menaklukkan segala macam hewan raksasa yang ada dibumi?.TUHANkah yang membuat manusia menjadi sombong dan angkuh, atau keangkuhan dan kesombonganlah yang membuat manusia memilih jalan sendiri untuk menjauh dari TUHAN?
Kitab Yehezkiel
28:13 Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu.
28:14 Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada dan berjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya.
28:15 Engkau tak bercela di dalam tingkah lakumu sejak hari penciptaanmu sampai terdapat kecurangan padamu.
Kitab Matius 17
17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya". Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, --maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.
Kembali pada pokok persoalan hukuman mati bagi manusia, yang diatas sudah saya jelaskan, bahwa memang adalah benar hukuman mati yang dimaksudkan TUHAN tentang kematian jasmani manusia.Manusia wajib mati jasmani karena telah melanggar Hukum TUHAN yang sudah disampaikan dari sebelum-sebelumnya.
Kalau memang maksud kematian yang dikatakan TUHAN dalam Firman-Nya tersebut adalah memang kematian jasmani, lalu mengapa manusia(Adam) tidak langsung mati pada hari itu juga?.Disinilah kita sering lupa, karena mencoba mempersepsikan maksud Firman dari sudut pandang manusia.Padahal sudah jelas bagi kita kalau yang berfirman adalah TUHAN, maka maksud Firman itupun haruslah kita mengerti pula dari sudut pandang/maksudnya TUHAN juga.
















































Tidak ada komentar:
Posting Komentar